Sabtu, 30 Juni 2012

MASA


Manusia tercipta menuju keruntuhan
Istana  bertembok menuju gubuk bertanah
Jiwa tlah kembali menuju elemen pribumi
Masa…..
Tanpa tanda kau datang padaku
Tak seorang pun lolos dari genggamanmu
Kau menggertakkan usiaku
Kau memangsa mudaku
Tiap kejadian memiliki waktu
Tiap hari adalah panggung sandiwaramu
Tiap jaminan adalah symbol kekuasaanmu
Tiap pintu dunia kau tutup
Semua terencana raja dunia
Masa telah tua
Dan mungkin tak pernah muda
Walau tangkai kemangi basah melambai

Selasa, 19 Juni 2012

Rinduku





Tanpa takut perpisahan dan kefanaan

Ratapan Lilin


Ketika kegelapan menerpamu
Hanya cahaya yang kau cari
Ketika kesunyian menjemputmu
Hanya jeritan yang kau bagi
Tak sanggup ku melihatmu
Beraut wajah kegelisan
Ratapan, rintihan dan jeritanmu
Mengusik telingaku
Aku hadir dengan secercah harapan
Membawa cinta dalam kedamaian


Cinta yang mengajariku tuk melindungimu
Cinta yang disucikan dengan api
Membuatku pasrah tuk mengikutimu
Cinta membunuh hasratku
Hingga kau dapat bangkit
Hingga kau hidup bebas
Tapi tahukah kau
Tubuhku tak henti meleleh
Gugur badanku lemah
Mengenali penderitaan merasa dilukai
Dalam kelembutan yang begitu jauh
Tak pernah kau hiraukanku
Hanya kedamaian yang kau cari
Lihatlah aku, walau sekejap mata
Kan ku berikan obor suci ini 
Yang dipancarkan Tuhan untuk sang pecinta